Tadi malam pukul 19.00 WIB saya kedatangan
seorang nenek berumur 60 an tahun dengan keluhan kesemutan di tangan dan kaki
tangan, dari pemeriksaan yang saya lakukan ternyata selain ada kesemutan tangan
dan kaki kanannya sedikit mengalami kelemahan dibanding tangan kiri. Tekanan
darahnya pun tinggi menjadi 180/100 mmHg. Nenek ini memang memiliki riwayat
darah tinggi dan kontrol tidak teratur. Kejadian ini dialami tiba-tiba pada
waktu magrib tadi. Saya pun mengarahkan diagnosis kondisi ini sebagai stroke
dan menyarankan perawatan dan pemeriksaan lanjutan. Untunglah keluarga setuju
untuk dirawat.
Kisah diatas banyak dijumpai di masyarakat.
Stroke seringkali baru dipikirkan ketika sudah terjadi serangan. Tindakan
pencegahan sering diabaikan karena tidak merasa penting ataupun cuek terhadap
stroke. Baru setelah ada anggota keluarga mengalami kelumpuhan akibat stroke
keluarga baru berpikir bahayanya stroke.
